2009-09-08

Sikap

Masalah yang menarik berkaitan dengan sikap adalah bagaimana mempengaruhi seseorang berhubungan, memandang dan menunjukkan tingah laku tertentu terhadap sesuatu. Ada yang menyebut sikap sebagai kecenderungan untuk bereaksi positif (menerima) atau negatif (menolak). Biasanya sikap positf terdapat kecenderungan tindakan mendekati dan menyenangi terhadap obyek tertentu. Sedangkan sikap negatif ditandai dengan kecenderungan menjauhi dan membenci.



Dari pengertian di atas dapat dipahami bahwa sikap negatif berawal dari penilaian kita terhadap kritik. Kita terlanjur memandang kritik sebagai stimulus atau rangsangan yang dapat mengancam eksistensi diri. Kritik seringkali dinilai sebagai sesuatu yang tidak bermamfaat, menyebalkan serta menyebabkan telinga panas. Sikap Negatif terhadap kritik dapat ditunjukkan dengan tindakan yang mencerminkan upaya pembelaan diri secara kurang proposional, semisal mencari kambing hitam, kemarahan dan memusuhi (perubahan sikap) terhadap orang yang memberi kritik.
Penunjukkan sikap negatif terhadap kritik membuat pola interaksi dan komunikasi menjadi kurang sehat. Kita cenderung takut dan enggan berinteraksi dengan orang yang suka memberikan kritik. Padahal ada beberapa kerugian yang akan kita alami manakala sikap apriori terhadap kritik selalu dipelihara hingga berkembang menjadi sebuah budaya.

Kita cenderung menutup mata terhadap kelemahan dan kekurangan kita. Bersikap negatif berarti kita menganggap diri selalu benar. Dengan bersikap negatif kita telah melewatkan kesempatan emas untuk melakukan proses intropeksi diri. Bersikap negatif terhadap kritik merupakan lahan subur bagi berkembangnya penyakit sombong, bangga diri sekaligus sebagai indikasi bahwa kita belum mengenali diri kita sendiri.
Apa yang harus kita lakukan untuk mengubah sikap negatif?


Pertama, menanamkan pemahaman konsep dalam dalam diri bahwa kritik bukan ancaman. Kritik pada dasarnya adalah nasehat. Nasehat itu pada hakikatnya adalah ungkapan "Kasih sayang" seseorang pada diri kita dengan maksud memberikan upaya perbaikan.

Kedua, Menumbuhkan suasana psikologis yang sehat dalam menerima kritik. Hadapi kritik dengan lapang dada, penuh kemakluman dan senyum keikhlasan. Sikap seperti itu membuat kita lebih nyaman dan dapat mengendalikan upaya pembelaan atau pertahanan diri yang tidak proposional. Bahan akan membuat kita siap menghadapi sebuah kecaman pedas sekalipun.

Ketiga, berpikir yang positif pada diri akan melahirkan sikap objektif dan akan menutup peluang munculnya rasa tida suka bahkan keinginan untuk membalas dendam pada lain kesempatan. Untuk itu mulailah dari sekarang kita menyikapi kritik dengan cara positif, sehingga kita bebas dari penyakit sombong, angkuh, menang sendiri dan penyakit hati lainnya.

12 comments:

  1. pertamaxxxx.....

    yang paling penting dalam hal menerima kritik adalah adalah bagaimana kita menyikapi dari setiap kritik kepada diri kita baik itu berupa saran yang membangun atau memang sebagai umpatan atau ketidakpuasan, disini yang paling penting bagaiman kita harus bersikap...

    good artikel you...

    semoga awak nggak hiatus lagi.....

    ReplyDelete
  2. welkombek buat akang planet jingga... yang entah dari mana menghilang :(

    menerima kritik dengan jiwa besar adalah teramat sulit jika kita dikuasai egomania, kondisi mentalitas dmn 'kosmos kepribadian' ssorg hampir seluruhnya diisi hanya oleh dirinya sendiri..

    mawas diri penting tuk menyikapi hal ini..

    blog saiia cuma itu itu ajja kuk kang... satu lagi iia yang tentang sotoshop itu kang... gag ada yg lain :(

    ReplyDelete
  3. like this
    Seru rasanya ngomongi sesuatu dari sudut pandang yg berbeda dari sudut pandang yg telah lama melekat lebihdulu...

    kritik saran bahkan komentar bagi saya sendiri sangat berharga untuk sebuah balance dalam mengarungi dan melanjutkan hidup,
    Salam

    ReplyDelete
  4. kayaknya banyak deh mas yg harus belajar cara mrubah sfat negatif, keknya postingan ini perlu dibaca oleh smua orang :D
    sukses slalu yah mass...

    ReplyDelete
  5. saat para pemimpin bilang : "saya menerima kritikan dari siapapun" yakinlah itu sebuah basa-basi,....xixi

    ReplyDelete
  6. Bener banget kadang ada orang yg ga mau di kritik bahkan ga sadar kadang kita sendiri aga kurang suka menerima kritik, tapi memang menyebalkan ketika bertemu orang yang sangat sulit menerima kesalahannya sehingga kritik dari siapapun ga mau dia terima karena selalu merasa paling benar.

    ReplyDelete
  7. mampir sehabis berbuka puasa dengan sebatang samsu :(

    ReplyDelete
  8. Memang lebih enak n lbh mudah jd kritikus...
    Tapi terasa berat menerima kritikan, sudah sifat manusia untuk mempertahankan ego nya...
    Makanya kalo mengkritik sesuatu/seseorang...lihat2 dulu..,bisa2 keliru malah digampar atau terkena pasal pencemaran nama baik...
    Good post...!!

    ReplyDelete
  9. Rizal:
    Thanks pujiannya...semoga sj tidak hiatus, paling2 masalah jaringan, hehe (alasan)

    Genial :
    thanks udh kasi komentar 2 x diblog sederhana saia..keegoan emang sulit utk dikendalikan, entah mmng udah sifat dasar manusia ya...(termasuk saia loh)
    Blognya bagus2 ya...

    Wh :
    Mungkin saudara adalah termasuk orang yg berpikiran terbuka..salam kembali dan trims udh mampir y.

    Dunia Polar :
    Wah mksh sarannya...semoga saja ada yg sudi mampir dan membacanya...sukses kembali tuk saudara...

    Bongjun :
    Benar bongjun, pemimpin yg demikian sering kita temui, coz bawahan rata2 tidak berani langsung memberi kritikan kepada atasannya, termasuk saia sbgai bawahan, hehe

    Irvan :
    Wah pasti repot ya kalau selalu berhadapan orang demikian, trims udh mampir y mas.

    Om Srex :
    Memang semua orang pasti tidak bisa langsung menerima kritikan dengan lapang dada, dan sang pengkritik harus lihat situasi dan kondisi dan tergantung bagaimana cara penyampaiannya agar tidak di gampar balik, hehe

    ReplyDelete
  10. genial♂ :
    Baik sekali..apkabr jg nh... :)

    ReplyDelete

 
© 2012 Planet Jingga. Natuna Network Natuna | Abrizal.